Pribadi yang Mandiri, Ciptakan Indonesia Mandiri



Menjadi sukses adalah keinginan setiap orang di dunia. Namun, tidak semua orang dapat mengetahui dan memahami jalan menuju kesana. Terkadang ada orang yang masih menggantungkan keinginan suksesnya kepada orang lain atau mengharapkan orang lain yang menurutnya dapat membuatnya berhasil dan sukses. 
Mungkin berhasil, tapi bukan karena karya diri kita sendiri. Kita tidak bisa menggantungkan sepenuhnya kepada orang lain. Apakah diri sendiri puas dengan hasil karya orang lain? Jawabannya ada pada diri anda sendiri, dan saya yakin 98% orang tidak puas dengan keberhasilan hasil karya orang lain. Kesuksesan hanya bisa diraih dengan kemampuan, usaha dan doa dari diri kita sendiri. 

Untuk itu, marilah mulai bercermin terhadap diri sendiri. Lihat kemampuan diri, dan sebisa mungkin minimalisir ketergantungan kepada orang lain. Sekuat tenaga kita harus menjadi pribadi mandiri yang mampu meraih sukses dengan usaha sendiri. Bukankah kita telah dibekali dengan potensi diri masing-masing? Jika semuanya kita jalankan dengan baik, kita akan mampu meraih kesuksesan. Sayangnya, seringkali upaya ini belum optimal dilakukan. Tak jarang, kita hanya mengandalkan salah satu potensi saja. Tapi jarang mendalami dan bahkan mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam diri.

"Tidak hanya energi, semua hal yang ada tidak akan pernah dapat diciptakan / dimusnahkan, melainkan diubah dari satu bentuk ke bentuk lain" ini adalah salah satu kalimat yang benar-benar menginspirasi saya. Ya, berbuat baik akan mendapat baik, berbuat tidak baik, akan mendapatkan yang tidak baik juga.
Jika saja masyarakat berfikir mandiri, benar, baik, positif, berguna, dapat di pertanggung jawabkan dan tidak bergantung kepada orang lain, makan Indonesia akan mempunyai orang-orang cerdas, kreatif dan inovatif.

Jangan takut untuk menggali potensi diri, jangan takut untuk berusaha, jangan takut untuk menjadi mandiri. Percaya diri, berusaha semaksimal mungkin, menjadi diri yang bertanggung jawab dan mandiri terhadap hal apapun demi menciptakan Pribadi yang mandiri Untuk Indonesia Mandiri


Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id/ dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah hasil karya saya pribadi dan bukan merupakan jiplakan.

#LombaBlogHUTBankMandiri




Pekalongan (Kota Batik)

Apa sih yang terbersit di pikiran anda pertama kali saat mendengar dan menjejakan kaki di kota Pekalongan??secara pribadi anda pasti teringat akan sesuatu yang khas dari kota ini, apalagi kalau bukan hasil karya yang terkenal yakni Batik Pekalongan..hehehhe..Kota Pekalongan memang terkenal karena menjadi salah satu sentra batik di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara lho, batik pekalongan juga menguasai setengah dari penjualan pasar batik di Indonesia..wow hebat bukan

Di kalangan para pecinta Fashion sendiri, batik pekalongan mempunyai tempat yang khusus di mata penggemarnya, hal ini tercermin dari tren penjualannya yang cenderung meningkat tiap tahun..Tren baju batik pekalongan juga di pengaruhi berbagai macam unsur dan budaya.Tengok saja aroma baju batik model Kimono yang unik dengan campuran gaya etnik yang kental..,ada juga baju batik dengan model balon,dan tak ketinggalan juga baju batik yang paling di cari saat ini model gamis dan kaftan

Di kalangan para lelaki, batik pekalongan juga sangat di sukai karena batik ini berani menampilkan motif yang tergolong dinamis dan keliahatan muda. Sedangkan untuk para remaja juga gak ketinggalan, tren yang cocok untuk mereka lebih di tekankan kepada permainan warna – warna saja..Warna yang lebih ceria dan cerah sangat cocok di kenakan untuk para remaja

Untuk soal harga jangan di Tanya lagi deh..Bandrol batik pekalongan ini memang terkenal sangat terjangkau untuk semua golongan kok. Jadi emang gak ada salahnya, jika anda sedang main-main ke kota pekalongan..ada baiknya mampir dulu untuk melihat2 sentra batiknya..pasti tergiur deh…
Selamat Belanja :D

Distro


Distro berasal dari singkatan distribution store. Berfungsi menerima titipan dari berbagai merek dari Shoes company lokal yang memproduksi sendiri produknya.
Adapun shoes company adalah produsen yang memproduksi sendiri semua produk mereka dengan label sendiri pula. Sebuah shoes bisa memiliki toko sepatu sendiri atau hanya sekadar menitipkan produk Desain Sepatu mereka ke distro. Kehadiran sejumlah distro dapat dibilang sudah menjadi sebuah fenomena. Hal ini membuat para pelaku distro tidak lagi dipandang sebelah mata, dan juga sudah menjadi sebuah industri, bukan lagi sebuah usaha kecil-kecilan.
Salah satu penyebab kehadiran distro adalah krisis moneter yang melanda Indonesia pada beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut mengakibatkan harga produk sandang, pangan, dan papan melangit. Khusus untuk produk sandang atau pakaian, memicu banyak anak muda untuk menyediakan produk ready to wear dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang cukup baik. Lihat Jual Sepatu Distro dan Desain Sepatu Distro.

Selain itu, distro menawarkan desain Sepatu Distro dan umumnya tidak memproduksi dalam jumlah massal. Karena itu, konsumen tidak perlu khawatir produk distro yang dibelinya pasaran. Hal pertama yang harus dimiliki ketika hendak membuat sebuah distro adalah semangat dan idealisme yang tinggi untuk menjalankan bisnis independen ini.

Apalagi pada umumnya berbagai barang yang dijual di distro relatif mengikuti perkembangan kebutuhan anak muda. Karena itu tidak heran kalau semua produk yang dihasilkan shoes relative mendapatkan respons positif dari anak muda. Target pasarnya cenderung ke anak muda. 15-25 tahunlah. Namun, masyarakat yang berusia 40 tahun ke bawah juga suka membeli produk distro.

Selain memiliki modal awal, bagi yang hendak membuka distro harus juga mempunyai kreativitas. Khususnya dalam menghasilkan berbagai produk. Sebab, salah satu ciri khas bisnis distro adalah jumlah jenis Desain Sepatu barang yang dijual harus terbatas. Karena itulah, tanpa adanya kreativitas yang tinggi, akan mustahil menjual berbagai produk yang "segar".

Desain layout yang tepat

Bicara masalah layout design pada desain grafis, maka kita berbicara masalah sebuah ruang kosong yang harus diisi konten-konten berupa teks maupun gambar yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk visualisasi menarik guna menyampaikan informasi tertentu kepada pembaca.Sebuah desain amatir dalam layout design akan sangat mudah dibedakan dengan yang profesional. Dan jika sudah dicap amatir, maka ini menyangkut nama baik dari informasi yang akan disampaikan dalam desain grafis.

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan mengenai layout dalam desain grafis :

1. KONSISTEN
Penerapan beberapa elemen (bentuk, teks maupun gambar) dalam sebuah layout adalah salah satu rahasia jitu untuk membuat desain tampak professional.Cukup lakukan pengecualian pada bagian-bagian tertentu, seperti ketika ingin memberi ketegasan pada sebuah teks.

2. PINTAR DALAM MEMILIH FONT
Font adalah salah satu kunci penting dalam menyampaikan informasi dalam sebuah layout. Setiap font memiliki sifat masing-masing dalam menyampaikan pesan. Pilihlah font yang sesuai tema.

3. PRIORITAS
Dalam setiap layout desain, tentu ada bagian tertentu yang akan jadi prioritas untuk ditonjolkan, seperti judul maupun sub judul misalnya. Dalam hal ini, anda harus mampu memandu pembaca visual ke dalam rentetan pesan yang anda tawarkan dalam desain.

4. WARNA
Setiap warna mewakili sifat tertentu yang dapat mempengaruhi pembaca. Berikanlah warna yang sesuai dengan tema. Dan tentukan kapasitas warna desain anda.

5. MARGIN
Perhatikan margin atau batasan pada layout design anda. Berikan sedikit ruang yang cukup sehingga desain terlihat rapi. Sebuah layout design yang bagus akan sekejap menjadi amatir hanya karena kurang memperhatikan margin.


Semoga Bermanfaat :D

Sepatu dari bahan beludru? Ini cara merawatnya

Sepatu Beludru memang sudah terkenal dan susah untuk merawatnya,mengapa??Selain bahannya yang memang di agak sensitive,beludru sendiri mempunyai tingkat kesulitan perawatan yang cukup perlu ketelitian untuk menjaganya agar tetap dalam kondisi bagus..Tetapi banyak cara untuk membuat beludru ini awet(gak cepet rusak) koq, kali saya ingin berbagi sedikit tips bagaimana merawat sepatu berbahan beludru / suede :
1. Jangan cuci sering2 sepatu beludru
2. karena beludru bersifat tipis, lapisilah kain beludru tersebut dengan plastik
3. Simpanlah sepatu tersebut setelah dipakai kedalam kotak agar tidak terkena debu
4. Bila terpaksa dicuci, jangan pakai sabun colek untuk mencuci sepatu tersebut,lebih baik cuci dengan sabun cair.Karena sabun colek dapat memudarkan warna beludru dan mengendorkan jahitan sepatu
5. Bila sepatu sudah mengendor jahitannya, segeralah sol sepatu tersebut

SELAMAT MENCOBA

Koleksi Benda Antik di Pasar Triwindu Solo

Buat anda pecinta Benda-Benda Antik, kalau sedang ada di Solo wajib mampir ke Pasar Triwindu. Disana dijual hiasan-hiasan rumah yang kuno dan kesannya antik banget.

Pasar Antik Triwindu yang terletak di Jalan Diponegoro, Solo, Jawa Tengah. Tempatnya tidak jauh dari Keraton Mangkunegaran. Toko-toko terjejer diantara gang yang tidak terlalu lebar. Sejumlah Koleksi Benda Antik berkesan etnik dan antik bertebaran di kios-kios. Pasar Triwindu ini sudah ada sejak tahun 1945.

Terkenal sebagai tempatnya belanja Benda Antik kita bisa leluasa melihat-lihat disini, tanpa dikejar-kejar pedagang. Aneka KoleksiBarang-barang antik ini antara lain topeng, lampu, radio sampai stoples kue. Wah ada juga arca lho ditempat ini. Ternyata Koleksi Benda Antik yang dijual di pasar antik Triwindu ini kebanyakan bukan barang asli dari zaman dulu, melainkan hanya bentuknya mencontoh yang asli alias reproduksi.

Kalau jual yang aslinya mana boleh ?, sudah pasti dilindungi negara. Makanya pedagang barang antik disini sebetulnya banyak menjual barang baru, tapi dibuat seperti kuno.Terutama untuk patung atau arca. Salah satu contoh barang yang emang asli dari zaman bahelak alias kuno adalah uang koin.

Asal tahu saja, pasar ini banyak disenangi para wisatawan mancanegara, soalnya khas dan Aneka Koleksi barang yang dijual juga walau mungkin hanya polesan tapi sungguh antik dan pastinya cantik.

Biarpun yang di Jual Benda Antik disini barang-barang berbau tempo dulu, tapi transaksinya bisa lewat telpon dan email. Si pembeli tinggal pilih, barang langsung diantar, termasuk luar negeri. Seperti Ibu Bambang ini, pelanggannya antara lain dari Australi, Belanda, Jerman dan Amerika.

Harga Jual Benda Antik di pasar ini bahkan ada yang dipatok 19 juta rupiah. Wah kelihatannya mahal ya. Tapi jika melihat barangnya mungkin tidaklah. Pasar ini juga terkenal murah asal tidak segan nawar dan tentunya juga banyak tanya soal kondisi barang.

Kehidupan di pasar antik Triwindu bisa dibilang ngak pernah sepi, pasti ada saja pengunjungnya yang datang terutama turis mancanegara. Tapi kalau mau datang kesini jangan kesorean, karena toko-toko ini akan tutup tepat jam 4 sore.

Tips Belanja Online yang aman

1. Waspadai belanja pakaian online pada toko online yang menggunakan hosting atau nama domain yang gratisan.
2. Ketika melakukan belanja pakaian online, pastikan toko online tersebut mempunyai nomor telepon, dan alamat yang jelas.
3. Perhatikan garansi pakaian online murah tersebut.
4. Pastikan bahwa barang yang di kirim di garansikan hingga sampai ke alamat kita. Artinya kita sipembeli tak mau tau dengan kehilangan barang di tengah jalan.
5. Baca privasi polici toko pakaian online tersebut.
6. Pastikan bahwa barang yang kita beli sesuai dengan keperluan kita. Makanya sebelum memutuskan untuk membeli pakaian online murah cth pakaian online, baca dulu kriteria kriteria dan spesifikasi barang tersebut.
7. Kalau melakukan transferan ke nomor rekening bank yang di tunjuk si penjual, agar pemrosesan cepat, maka tambahkan nomor atau angka ganjil di belakang jumlah transferan. Misalnya kita di minta menyetor uang rp200.000, maka agar kita cepat di kenal silahkan melakukan transferan rp200.085.
8. Jangan tergiur dengan harga pakaian yang pakaian murahmeskipun sama merknya cek dulu tempat toko tersebut dan pertimbangkan biaya pengirimanya misalkan : toko pakaianmenjual barang 900ribu, toko b 875ribu tapi bila ternyata toko b diluar propinsi dan ongkir lebih mahal dan toko a 1 propinsi bisa dihitung marginnya + ongkos kirim.

Selamat berbelanja

Ancaman Menggunakan E-commerce

Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
• Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

Tujuan dan Manfaat e-commerce

Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, bebangaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuahdistributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.

Jenis-jenis E-commerce

Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)

E-Commerce

Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet[3, 13].
Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu[13]:
1) dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;
2) dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;
3) dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan
4) dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.
Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.
Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).
Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.
Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format dijital sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan. Dengan menggunakan sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.
Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

COPYRIGHT (in Indonesia)

copyright adalah suatu produk yang sudah dilindungi hak
ciptanya oleh undang-undang. seharusnya masyarakat
mematuhi undang2 hak cipta tersebut dengan membeli
semua yang benar2 asli, bukan bajakan. tetapi dengan
semakin berkembangnya tekhnologi, semakin tinggi pula
tingkat pembajakan yang ilegal di Indonesia. pemikiran
masyarakat memang cerdas, mereka ingin semua yg di
jualnya laris di pasaran, tetapi mereka tidak memikirkan
sebenarnya pembajakan itu mempunyai sanksi hukum.
 tapi begini lah kenyataannya yang terjadi di indonesia.
tingkat ekonmi yang semakin menurun dan harga yang
berlabel asli sangat mahal mengakibatkan semua masalah
biaya bisa di atasi tanpa memikirkan pertanggungjawaban
untuk melakukan pembajakan tersebut.contohnya adalah
kaset vcd, dvd, bahkan software software pun banyak
sekali yang memakai bajakan.tetapi pada hal itu semua mereka
mencantumkan tulisan/kata-kata yang meyakinkan bahwa itu semua asli.
sungguh pintar sekali masyarakat kita membuat sesuatu yang bajakan.
itu semua sangat sulit di atasi lagi banyaknya masyarakat
indonesia membat hal tersebut  semakin menyebar
luas ke pemikiran2 masyarakat. mungkin sedikit sekali
atau hanya beberapa yang menggunakan sesuatu yang benar2
asli hak ciptanya. demi mewujudkan indonesia yang benar2
bisa mematuhi undang2 hak ciptam kita sebagai masyarakat
sedikit demi sedikit seharusnya mencoba belajar memiliki
sesuatu yang benar2 asli.

Management Information System

Faculty members in Management Information Systems (MIS) examine information technology and information systems within an organizational context. Members of the group have established research programs that span a wide range of topics —from technical issues, such as the use of artificial intelligence to valuate strategic alternatives and the impact of different graphical representations in systems analysis and design, to organizational and strategic issues, such as adoption and diffusion of innovative and disruptive technologies in small businesses, the role of Institutional Theory in understanding technology selection, knowledge transfer between information technology (IT) and non-IT professionals within a firm, knowledge management, project management, on-line education, and electronic government. A diverse set of research methodologies are employed to investigate these topics, including computer simulations, laboratory experiments, large-scale surveys, in-depth interviews, and participant observation. The common thread throughout this body of research is rich interaction between people, processes, and technology.

Overview of Windows Embedded NavReady

Windows Embedded NavReady is the development tool that provides the technologies for building handheld portable navigation devices (PNDs) that connect to online services, Bluetooth-capable mobile phones, Windows-based PCs, and the Internet. Windows Embedded NavReady is based on Windows Embedded CE. PNDs built on Windows Embedded NavReady provide location-aware services and connect to other devices to make hands-free phone calls, stream music, and exchange data. The architecture of the OS supports the connected navigation device experience, which enables applications to receive information or access services from various sources, including Bluetooth-enabled devices, Internet servers, Live Search Engines, desktop computers, or car audio kits. Devices built with Windows Embedded NavReady are based on an ARM microprocessor, provide USB connectivity, and include a custom portable navigation device (PND) user interface (UI). Users can carry these devices when they are in the car or on-the-go, enabling them to stay connected with their phone contacts, music, and information about the latest news, weather, and traffic.
Windows Embedded NavReady provides new technologies in componentized form that can be incorporated into new or existing CE 5.0 designs, with the same support and product lifecycle as CE 5.0. The Bluetooth profiles delivered in NavReady are based on proven Bluetooth software stacks that are thoroughly tested and delivered on production-quality code. NavReady also provides the key elements needed to enable Internet-based Live Search: client component, API, protocol, proxy, and service; and the Windows SideShow components that help build PNDs which offer rich experiences when connected to one of many types of Windows Vista PCs via Wi-Fi, Bluetooth, or USB.

Human-Centered Intranet Design

Have you ever tried discussing Tolstoy with a vacuum cleaner? This is precisely how many users feel when trying to interact with their systems in a technologically driven work environment. And I do mean interact. Although the word is usually associated with social activity, interacting with technology is exactly what we're doing every time we sit in front of our computers.
There's an unfortunate disconnect between how humans naturally function and what a lot of technology delivers. Technology needs to function as an extension of our own abilities, but users are often left scratching their heads or pounding their keyboards in frustration. It's ironic that while intranets aim to bring workers together in collaborative effort they can also alienate individual users who struggle to decipher poorly developed or overly complicated systems. This makes about a much sense as creating more bureaucracy to eliminate red tape.
The human-computer relationship can be an uneasy one. But it doesn't, and shouldn't, have to be that way. Just as physical ergonomics is important to the health of the body, cognitive ergonomics is important to the health of the mind. Developers need to have a deeper understanding that regardless of what technology allows them to do, the end product must conform to the natural way in which humans work.
Human-System Disconnect
Users have always tried to reconcile the way in which they naturally work with how technology makes them work (or in some cases changes the way they work). For those not in a technology-driven field, or not used to working with computers beyond a word processor, this is not an easy task — especially when software is getting bigger; more elaborate; and consequently, more complicated.
We've all heard the same buzzwords associated with software — intuitive, user-friendly, easy-to-learn, ready out-of-the-box — but more often than not, users are in conflict, rather than in concert, with their systems. Simplicity is touted as a major selling point to convince users that what they're about to install or use isn't threatening. But user manuals end up longer than the code itself, system interfaces make users cross-eyed, and figuring out how to perform a task requires more effort than the task itself. This makes users feel as though they have to run a mile to gain an inch; and the payoff of technology, in the long run, isn't always apparent to those outside of IT.
This disparity in the human-computer relationship can be fueled by the manner in which software is developed. Too often solutions are created with technology as the primary focus, when it should be the users. This notion of human-centered design isn't a new one, but it's one that hasn't received the attention it should from developers.
The vast discipline of human-computer interaction (HCI) is dedicated to improving the relationship between human users and computer tools. The ACM and SIGCHI defines HCI as "...a discipline concerned with the design, evaluation and implementation of interactive computing systems for human use and with the study of major phenomena surrounding them." HCI practitioners include professionals from various fields including engineers, designers, psychologists, and social scientists. 

Understanding the Causes of Human-Computer Disconnect
There's really no single overriding cause for this human-computer disconnect, and it varies from individual user to user. The list of human factors affecting interaction with technology is a long one. It can be the result of poorly written software, human limitations and behaviors, personal intuition, user habits, prior experience, cultural biases, and environmental conditions.
Effective use of technology, like most other skills, must be learned. No one can use a brand new system with efficiency from the outset regardless of how user-friendly it claims to be, or how much skill the user has. The opinion users get during this stage will form the basis for their future interaction with the system — a sort of technological first impressions. They will either connect with it after some basic training and independent experimentation, or they will find the system too difficult to use (or learn to use) effectively and eschew the technology for simpler manual methods.
It's the intranet developers' responsibility to make this connection with users. But it's easy for them to get carried away when developing new systems with new technology because of the initial WOW-factor. Soon they start adding in bells-and-whistle just because they can, and the central focus of development slips to technology and experimenting with what it can do. Developers can't connect with users through their own excitement with technology. Users don't care what it can do, they just want to do.

Computer Game on Mars; Design for Communication Device

As the pictures from the Mars Rover and the Mars Satellites come back in greater detail we will begin to see computer video games, which will have the Martian Surface as their backdrop. These computer video games are becoming more and more defined and realistic. NASA themselves have put together virtual reality and augmented reality settings to train astronauts and the CAVE Institute has also been gather data sets and digital pictures and video to make VR Mars experiences a reality here on Earth. Currently there are over 1.6 million digital high quality pictures of the Martian Surface which have been beamed back to Earth and this is enough to make a super Xbox 360 experience for you in your own living room your new Plasma High Definition TV.

One of the challenges now to go with that backdrop is to design realistic components, space surface vehicles astronaut suits, space habitats and devices, such as hand held communication devices that the video game characters will use. Now then this will take a little extra thought, as it is important for video programmers to stay ahead of the game. First off these astronauts will not be holding in their hands anything looking as silly as a cellular phone. Chances are they will communicate via devices on their neck which will sense the vibrational movements of their vocal cords and send them via voice activated sound or directly to a device in their fellow astronauts ear or a tiny microchip inside the ear near the ear bones, which will run off the electromagnetic induction of a miniaturized unit catching pulse and brain waves to power it up. So to be realistic as a gamming programmer you need to be thinking here.

Computer Software Engineer: Career Outlook for Computer Software Engineering Professions

Computer Applications Software Engineer

Businesses, organizations and institutions often have specialized data needs. Computer application software engineers develop customized application programs based on these needs. Application software engineers analyze an organization's user needs, develop appropriate software programs and build computer networks that support these applications. Most computer application software engineers have bachelor's degrees in software engineering, computer programming, information technology or computer science.

Computer Systems Software Engineer

Computer systems software engineers aid businesses, institutions and organizations with the expansion and maintenance of existing computer networks. Technologies change rapidly, and these professionals continually adapt to user needs and update existing computer infrastructure accordingly. Computer systems software engineers typically hold a bachelor's degree in network administration, computer science, computer software engineering or information technology. They often work within a larger information technology department and must be excellent problem solvers.

Computer Software Programmer

Software programs are conceptualized, created, tested and then implemented by computer software programmers. These professionals use various computer programming codes and languages to create software that is user-friendly and efficient. Many businesses use standard, out-of-the-box software programs. However, some need customized applications. Software programmers create these individualized programs and monitor their efficiency as needs change. Computer software programmers often work with network engineers and information technology directors and hold bachelor's degrees in computer programming, software development or software engineering.

Apple Aperture 2 Photo Editing and Management Software



CUPERTINO, California—February 12, 2008 - Apple today introduced Aperture 2, the next major release of its groundbreaking photo editing and management software with over 100 new features that make it faster, easier to use and more powerful. With a streamlined user interface and entirely new image processing engine, Aperture 2 also introduces new imaging tools for highlight recovery, color vibrancy, local contrast definition, soft-edged retouching, vignetting and RAW fine-tuning, and lets users directly post their portfolios on the .Mac Web Gallery* for viewing on the web, iPhone, iPod touch and Apple TV. At a new low price of $199, anyone can easily organize, edit and publish photos like a pro.
“Many of the most respected photographers on assignment all over the world trust Aperture to organize, edit and deliver their images,” said Rob Schoeben, Apple’s vice president of Applications Product Marketing. “With its simpler interface and lower price, anyone can take full advantage of Aperture’s power.”
“At the end of the day, it’s all about the quality of the image,” said Sports Illustrated contributing photographer David Bergman. “Even before I begin making adjustments, Aperture’s new RAW processing gives me better images with more visible detail and better color rendering than any other program I’ve tested.”
“I used to have so much stress about post-production on a shoot, having to juggle multiple applications to make sure they all worked,” said Bob Davis, PDN Top Knots Wedding Photographer 2007. “With Aperture that’s no longer a factor. I can do everything all in one application.”
Featuring a new, easier user interface designed to be more intuitive and accessible, Aperture 2 now lets users navigate between Viewer and Browser modes with a single key command. Screen real estate is maximized for images with an all-in-one heads up display that allows users to toggle between library, metadata and adjustment controls in a single tabbed inspector. The All Projects view, modeled after iPhoto’s Events view, provides a poster photo for every project and the ability to quickly skim through the photos inside, and the integrated iPhoto Browser offers direct access to all the events and images in the iPhoto library.
Performance has been enhanced in Aperture 2 so it’s faster to import, browse and search large volumes of images. Embedded previews let photographers caption, keyword and rate images as they are being imported, and with the ability to export images in the background, photographers can continue working while images are processed to JPEG, TIFF, PNG and PSD file formats. Quick Preview allows users to browse RAW images in rapid succession without having to wait for files to load, and the Aperture library database has been re-architected to provide fast project switching and near instantaneous search results, even when working with extremely large libraries of 500,000 images or more.
Aperture 2 delivers powerful new imaging tools for getting the most out of each photograph. Apple’s next-generation RAW image processing is at the core of Aperture 2 offering uncompromising image quality and precision controls that let users fine-tune the image profile for each of their cameras. New tools for improving and enhancing images include Recovery for pulling back “blown” highlights, Vibrancy for selectively boosting saturation without adversely affecting skin tones, Definition, which offers local contrast for adding clarity to images, Vignette & Devignette filters for providing professional visual effects and a true soft-edged Repair and Retouch brush for quickly and easily removing blemishes, cleaning up sensor dust and cloning away problem areas.
Aperture 2 works seamlessly with Mac OS X, iLife, iWork, .Mac and Apple print products, so any image in the Aperture library can be accessed directly from within other applications, such as iMovie, Keynote and Pages, and even from within Leopard Mail. Now with .Mac Web Gallery support, Aperture users can publish their photos once to view them on the web, iPhone, iPod touch and Apple TV. Books in Aperture 2 feature new theme designs, layout tools, customized dust jackets (including full-bleed) and foil stamped covers.
Pricing & Availability
Aperture 2 is available immediately for a suggested retail price of $199 (US) through the Apple Store , Apple’s retail stores and Apple Authorized Resellers. Owners of previous versions of Aperture can upgrade to Aperture 2 for just $99 (US).

* The .Mac service is available to persons aged 13 and older. Annual membership fee and Internet access required. Terms and conditions apply.
Apple ignited the personal computer revolution in the 1970s with the Apple II and reinvented the personal computer in the 1980s with the Macintosh. Today, Apple continues to lead the industry in innovation with its award-winning computers, OS X operating system and iLife and professional applications. Apple is also spearheading the digital media revolution with its iPod portable music and video players and iTunes online store, and has entered the mobile phone market with its revolutionary iPhone.

How to Create Accounting Software In The Shortest Time?

Accounting software is very critical to every business environment. Almost every famous business software already has its' solution to integrate with other popular accounting systems. There are 4 types of accounting software that can be use for such integration:

Type #1 - Integration Through Software Development Kit provided by vendor.
Business application vendor needs SDK from the accounting software provider, and they must not in any direct competition, or the vendor may stop to provide further support and authorization to use their system, and every time the customer need the accounting module, the business application provider will have to pay for the accounting software license.

Type #2 - Integration Through import and export.
Majority accounting software vendor use this method, and proves to be the most standard and easiest way to integrate an accounting system. However, lack of customization flexibility will leave the application vendor highly dependable to their accounting vendor to do the customization work for them.

Type #3 - Open Source Accounting system.
Many people loved this, but commercial environment will require more support form the open source community. One of the biggest drawbacks is application provider must include their source code or the modified version of the accounting source code during distribution, hence lost competitive advantages to their competitor.

Type #4 - Commercial Royalty Free Accounting Source Code.
This is the best alternative currently available beside creating your own accounting system! Just pay a minimum one time charges, and you will have the royalty free source code to modify, enhance and integrate! Plus you will be supported by the source code vendor.

To find a good accounting source code vendor, there are 2 criteria to be met:

Criteria #1 - Programming method.
If the source code does not utilize advance programming method such as Object-Oriented Programming (OOP) and Rapid Application Development (RAD), developer might need more time to change and enhance the system in the future.

Criteria #2 - Unleash compiler advantages.
The source code must always follow the compiler trend, maximizing the technology effort instead of traditional coding that takes lots of time to integrate.

Utilizing available resources will greatly shorten the development time and increase their ability to deliver accounting software for their application faster to the market!